Aku jadi tidak ingin lagi bermain
Aku jadi malas melanjutkan
Suasana permainan sudah tidak asik lagi
Ada kegetiran di masing-masing pemain
Dan kita bisa berdiam diri lama
Tanpa permainan bisa diteruskan lagi
Tanpa ada kata maaf
Nanti kita tiba-tiba main bersama lagi
Dengan sendirinya
Sunday, May 11, 2008
Friday, May 2, 2008
Aku Masih Bermain
Aku begitu mencintai permainan ini
Hingga malam berlalu pun
Aku tak pernah mau waktu hentikanku
Hingga pagi juga berlalu sudah
Aku begitu mencintai waktu ini
2:50
03/05/08
Hingga malam berlalu pun
Aku tak pernah mau waktu hentikanku
Hingga pagi juga berlalu sudah
Aku begitu mencintai waktu ini
2:50
03/05/08
Wednesday, April 9, 2008
Gak Boleh Ada Nutrisi Mengaliri Otakku, Biar Saja Mati
Lecet-lecet memerah di ujung-ujung jari
Perifer yang terkelupas dan sobek
Nyeri berdenyut-denyut serta bekas mencekung
Mengeluarkan aroma khas kawat senar
Suara menyerak beriak kian habis
Menghembus aroma asam dan gudang garam
Mata nanar merah
Berkaca-kaca
Mencekung menghitam
Belekan
Lambung penuh
Penuhi kemudian usus halus
Menyebar nutrisi lewat relung-relung pembuluh kapiler
Juga ke otak
Di mana hanya ada sampah terkuak di sana
10/04/2008
Perifer yang terkelupas dan sobek
Nyeri berdenyut-denyut serta bekas mencekung
Mengeluarkan aroma khas kawat senar
Suara menyerak beriak kian habis
Menghembus aroma asam dan gudang garam
Mata nanar merah
Berkaca-kaca
Mencekung menghitam
Belekan
Lambung penuh
Penuhi kemudian usus halus
Menyebar nutrisi lewat relung-relung pembuluh kapiler
Juga ke otak
Di mana hanya ada sampah terkuak di sana
10/04/2008
Tuesday, April 8, 2008
Akal Budi Brengsek
BUDI DAN HAL-HAL YANG BAIK YANG MESTI DILAKUKAN INI
BRENGSEK SEMUA!!!
Dari situ gwe gak bisa mencapai impian gwe.
Atau itu bukan takdir gwe?
Haruskah gwe berjalan di rel takdir ini?
BRENGSEK SEMUA!!!
Dari situ gwe gak bisa mencapai impian gwe.
Atau itu bukan takdir gwe?
Haruskah gwe berjalan di rel takdir ini?
Aku Ini...
I
Aku ini adalah rintihan
yang kau untai lewat kata
Adalah rasa pedih perih
yang kau pendam di dada
Aku ini adalah elegimu
yang kau senandungkan di malam
Adalah angan terpendam
yang terkubur dalam mimpi
Aku ini adalah hanya aku
untuk kamu yang adalah senyumku
Aku ini cuma setitik debu
yang menempel di etalasemu
II
Untukmu aku hanyalah namaku
Melupakan esensi setiap langkah yang kujejak di petakmu
Untukmu aku hanyalah fanaku
Mengabaikan jiwa utama yang kupersembahkan padamu
III
Aku ini
ingin menjadi lebih dari itu
Selasa, 8 April 2008
Aku ini adalah rintihan
yang kau untai lewat kata
Adalah rasa pedih perih
yang kau pendam di dada
Aku ini adalah elegimu
yang kau senandungkan di malam
Adalah angan terpendam
yang terkubur dalam mimpi
Aku ini adalah hanya aku
untuk kamu yang adalah senyumku
Aku ini cuma setitik debu
yang menempel di etalasemu
II
Untukmu aku hanyalah namaku
Melupakan esensi setiap langkah yang kujejak di petakmu
Untukmu aku hanyalah fanaku
Mengabaikan jiwa utama yang kupersembahkan padamu
III
Aku ini
ingin menjadi lebih dari itu
Selasa, 8 April 2008
Subscribe to:
Comments (Atom)